July 29, 2011
Aku Yang Pilu
di sini aku terbaring dalam dekapan tanganku, bertumpu di antara raga yang tengah merintih pilu, jiwa kurasakan lemah tak bertumpu, hanya kosong yang selalu terlintas dalam imajiku, sepertinya aku telah kalah oleh waktu, yang tak inginkan epidose baru dalam kisahku, hingga setiap detik yang kini berlalu, hanya membawa lembaran bisu dalam ruang diamku
July 27, 2011
Lembar Terakhir
dengan mata pena cinta yang terus bergulir, akan ku tulis kembali kisah romansa untuk sebuah episode baru, mungkin ceritanya kali ini adalah untuk yang terakhir, karena tak lagi ada lembar kosong yang tersisa dalam hatiku
July 26, 2011
Kenangan
sendiri aku meretas sepi dalam keheningan malam, mengais kata yang tersisa dari samudra hatiku yang paling dalam, di situ masih kudapati namamu tertulis jelas pada secarik kertas kusam, terbenam di antara kenangan yang pernah terjalin di masa silam
July 24, 2011
Mencintaimu Sampai Mati
bukankah sudah pernah kubilang kepadamu, bahwa cintaku ini telah mengakar dalam dinding hatiku, setiap urat nadiku adalah jalinan kasih yang telah kau balutkan di sekujur tubuhku, akan selalu bersemayam hingga sang waktu memanggil desah nafas terakhirku
July 21, 2011
Cahaya Rindu
bila gulita malam telah merajai segenap alam pikiranmu, pejamkan sejenak kedua pasang mata indahmu dan lihatlah di kedalaman hatimu, akan kau temukan sebuah pancaran cahaya rindu yang bersemayam sepanjang waktu, menghangatkan jiwamu saat dinginnya malam mulai membekukan nafas cintamu
July 19, 2011
Terkurung Dalam Badai Rindu
taukah engkau kekasihku, malam ini aku kembali terseret dalam badai rindu, ia datang tiba-tiba dari berbagai penjuru, dan kini aku telah berada dalam turbulensi yang mengurung ragaku, terombang-ambing dalam haru yang terus berseteru dengan waktu
July 17, 2011
July 16, 2011
Romansa Malam
lihatlah rembulan yang sedang terlena dalam pelukan sang awan, begitu manja ia bergelayut di antara tangan-tangan lembutnya, seolah tak peduli dengan begitu banyak bintang yang memperhatikan, mereka tetap berpeluk hingga pagi memisahkannya
July 13, 2011
Sang Penakhluk Hati
engkau adalah satu-satunya wanita penakhluk hatiku, pembangkit gairah dalam telaga jiwaku yang telah lama beku, tak ingin ku kehilangan sosok indah yang memberi damai dalam ruang hatiku, akan kujaga kisah ini hingga engkau jatuh dalam dekapan kasihku dan menjadi milikku hingga akhir putaran waktu
July 12, 2011
Jatuh Hati
saat pertama ku mengenal dirinya, kurasakan getar cinta dari setiap syair yang ia cipta, tiap bait kata terangkai begitu mempesona, hingga memikat jiwaku tuk mulai menyatukan kepingan asa, membingkainya dalam sebuah harap tanpa tanda tanya, meleburkan segenap rasa yang masih tersisa lewat goresan tinta asmara
Simphony Dua Hati
aku dan kamu adalah sebuah simphony keindahan, ketika getar dawai hati dan senandung jiwa kita saling bersahutan, berdua kita memadukan bait ke dalam alunan nada dan melody, meleburkan rasa dalam sebuah kidung yang mengalun harmony
July 11, 2011
Cinta Sejati
setiap detik yang berlalu hanya bayangmu seorang yang melintas dalam benakku, memenuhi setiap ruang dalam tabir imajiku, tentang cinta yang telah aku sandarkan dalam hatimu, juga tentang keabadian rasa yang telah engkau bangkitkan untukku, bahagia kini kurasa meliputi relung sukmaku, menyambut pancaran lembut kasih putihmu, dawai hatiku senantiasa senandungkan namamu, berharap engkaulah sang cinta sejatiku
July 10, 2011
Aku Dan Kenangan
dalam kerinduanku tentang segala keindahan yang sempat menghiasi relung sukma, kuputar kembali lagu cinta yang dulu pernah menyatukan kepingan hati kita berdua, kunikmati setiap lantunan bait yang mengantarkan jiwaku menyusuri ruang hangat dalam hatimu, dan dapat kurasakan betapa hebatnya getaran yang kau cipta tuk menyambut benih kasih sayangku saat itu
Menanti Bidadari
wahai bidadari, datanglah engkau malam ini, berikan sepercik rasa tenang dalam hati, jadilah penggembala dalam mimpi indahku, tuntunlah jiwaku melintasi warna pelangimu, buai anganku dalam keteduhan taman surgamu
Melodi Pengantar Mimpi
teruntukmu kurangkaikan bait sederhana ini,
gambaran dari segenap rasa yang kumiliki
tercipta lewat alunan nada tak bermelodi,
bersama kerlip bintang yang silih berganti
seiring detikan waktu yang lambat berganti,
sosokmu hadir tepiskan lamunan sepi
kesunyian yang sempat meraja dalam hati,
kini seakan hilang tiada tersisa lagi
layaknya pujangga dengan seribu puisi,
tuturmu mengalun lembut tenangkan diri
siang dan malam sapamu selalu kunanti,
pengusir segala risau yang membalut jiwaku ini
sungguh kuingin engkau selalu tetap ada di sini,
berbagi cerita lewat kidung pembuai mimpi
bersamamu akan kulebur segala asa ini,
walau hadirmu hanya sebatas bayang ilusi
gambaran dari segenap rasa yang kumiliki
tercipta lewat alunan nada tak bermelodi,
bersama kerlip bintang yang silih berganti
seiring detikan waktu yang lambat berganti,
sosokmu hadir tepiskan lamunan sepi
kesunyian yang sempat meraja dalam hati,
kini seakan hilang tiada tersisa lagi
layaknya pujangga dengan seribu puisi,
tuturmu mengalun lembut tenangkan diri
siang dan malam sapamu selalu kunanti,
pengusir segala risau yang membalut jiwaku ini
sungguh kuingin engkau selalu tetap ada di sini,
berbagi cerita lewat kidung pembuai mimpi
bersamamu akan kulebur segala asa ini,
walau hadirmu hanya sebatas bayang ilusi
Cinta Sepanjang Masa
aku mencintaimu tanpa jeda, seperti rotasi bumi yang bertumpu pada kekuatan kedua kutubnya, menjaga setiap jengkal kehidupan yang bernaung di dalamnya, tanpa mengenal akhir dan hitungan pergantian masa
Pusara Cintaku
dan kini telah engkau ciptakan pusara jiwa di tengah telaga hatimu yang mulai membeku, membabat habis kepingan asa yang tersisa hingga tiada lagi damai menyentuh kalbuku, semua luruh di terpa pusaran waktu yang sekejap berlalu, hanya sisakan hening yang kian menepikanku bersama malam- malam sunyi tanpa sentuhan kasihmu
Aku Ada Untukmu
aku akan selalu ada di mana engkau mengingatku, dalam tiap lengkung senyum ataupun isak tangis yang mewarnai hari-harimu, dan ketika langkahmu mulai tak bisa menjangkau lagi bayanganku, biarkan sayap-sayap hangatku memeluk erat lelahmu, menguras habis tiap bulir peluh yang membasahi sekujur tubuhmu, dan akan kau sadari bahwa aku benar-benar ada saat kau menginginkanku
July 9, 2011
Terpesona
wahai gadis penebar larik-larik kata, engkaulah pesona keabadian rasa, pemikat sukmaku yang sempat kehilangan asa, hingga tiada lagi hampa yang tersisa dalam jiwa
Dalam Cinta
hidup dalam percintaan bagai menempuh sebuah peperangan, membutuhkan pengorbanan dan keyakinan, menginginkan kesetiaan, kebahagiaan, dan kedamaian, cinta memang perlu tuk di perjuangkan bagai tangan bukan hanya berhak untuk di pakai makan atau berjabatan, tapi juga merabah dan berpelukan, bagai bibir yang bukan hanya di pakai untuk makan atau minum, dan melakukan pembicaraan, tapi dapat juga di pakai untuk ciuaman, senyuman di saat menatap pelaminan, memberikan tangisan terindah di saat pernikahan, melangkah ke depan menuju masa yang akan datang meraih kebahagiaan, karena cinta harus di perjuangkan untuk mencapai sebuah tujuan
Petikan Rasa
untuk kesekian kali nafasku kembali memburu,
mengejar udara yang melintas di sekitarku
ragaku menyesak menembus labirin waktu,
mencari sela menjemput bayang wajahmu
duhai gadis manis penebar kata,
engkaulah pesona pemikat jiwa
wangimu menyusup rasuki sukma,
mengalir lembut getarkan rongga dalam dada
saat sepi datang kau menjelma lewat bait indahmu,
melambungkan angan hingga menyentuh langit biru
kau bangkitkan keabadian rasa lewat percikan cahayamu,
terangi gelap malam yang setia mengurung ragaku
ingin rasanya kupetik indah warna yang kau cipta,
menjadikannya kanvas dalam pengharapan jiwa
akan kulukis setiap jengkal spasi yang tersisa,
hingga menjadi sebuah maha karya abadi sepanjang masa
mengejar udara yang melintas di sekitarku
ragaku menyesak menembus labirin waktu,
mencari sela menjemput bayang wajahmu
duhai gadis manis penebar kata,
engkaulah pesona pemikat jiwa
wangimu menyusup rasuki sukma,
mengalir lembut getarkan rongga dalam dada
saat sepi datang kau menjelma lewat bait indahmu,
melambungkan angan hingga menyentuh langit biru
kau bangkitkan keabadian rasa lewat percikan cahayamu,
terangi gelap malam yang setia mengurung ragaku
ingin rasanya kupetik indah warna yang kau cipta,
menjadikannya kanvas dalam pengharapan jiwa
akan kulukis setiap jengkal spasi yang tersisa,
hingga menjadi sebuah maha karya abadi sepanjang masa
Aku Bukan Pujangga
siapalah diriku ini di matamu kawan, pujangga bukan penulis pun juga bukan, namun tak sedikit yang menganggap diriku seorang penyair, sebagai perangkai kata-kata yang begitu mahir, aku hanyalah insan yang ingin mencari arti, dari setiap tabir yang kerap menyelimuti dinding hati, menghadirkannya lewat barisan kalimat sederhana, bukan lewat majas yang begitu sulit untuk dicerna
dengarlah wahai insan yang bernama kekasih, jangan pernah kau kecewakan hati yang mencintaimu dengan penuh kasih, jagalah ia dengan segenap rasa yang ada padamu, jangan kau biarkan dirinya terjatuh saat berada dalam dekapan tanganmu, karena bila sedetik saja engkau melukainya, maka akan berlaku juga padamu hal yang sama
Basa-Basi Cinta
aku bukanlah putra seorang raja,
yang berkuasa dan bergelimang dengan harta
bukan pula seorang kstaria berkuda,
yang berwibawa lagi gagah perkasa
aku hanyalah seorang manusia biasa,
yang dambakan satu cinta sederhana
tak perlu memandang wajah ataupun rupa,
hanya inginkan satu janji untuk setia
jika ada cinta seperti yang kupinta,
akan kujaga ia dengan sepenuh jiwa
tak peduli dengan segala luka yang akan mendera,
meski nyawa yang akan menjadi taruhannya
yang berkuasa dan bergelimang dengan harta
bukan pula seorang kstaria berkuda,
yang berwibawa lagi gagah perkasa
aku hanyalah seorang manusia biasa,
yang dambakan satu cinta sederhana
tak perlu memandang wajah ataupun rupa,
hanya inginkan satu janji untuk setia
jika ada cinta seperti yang kupinta,
akan kujaga ia dengan sepenuh jiwa
tak peduli dengan segala luka yang akan mendera,
meski nyawa yang akan menjadi taruhannya
Belukar Rindu
ingin kusibak belukar rindu yang terus menjalar menyelimuti pelataran hatiku, memberi sedikit celah bagi cahayamu untuk memasuki dimensi ruang dan waktuku, namun apalah daya belukar itu teramat lebat bagimu, dan disini aku kian terhimpit oleh rindu yang mengurungku sepanjang waktu
wanita hebat bukanlah ia yang mampu menundukkan hati banyak lelaki, lalu menawannya dalam terali tanpa status yang pasti, wanita hebat adalah ia yang mampu menjaga hati lelaki yang mencintainya, sehingga tak akan pernah mau beranjak dari dirinya, dan selalu bisa menepis segala goda yang kerapkali datang mengusik ketenangan jiwa
tahukah engkau wahai kekasihku, saat kujalani waktu tanpamu, suara hati kecilku tiada henti memanggil namamu, setiap detik yang berlalu adalah kata rindu, menyelimuti tiap sudut kosong di hamparan kalbuku, bagiku engkau adalah memori terindah sepanjang waktu, selalu ada dan melekat dalam tabir imajiku
Romansa Yang Tak Pernah Tercipta
indahnya cahaya saat purnama mulai mengangkasa,
tak seindah rasa yang kini merasuk penuhi jiwa
laksana ribuan mutiara berkilauan cahaya,
senyumnya menelisik jauh menembus ruang dalam dada
setiap hela nafas yang kau punya adalah pesona,
memikat sukmaku yang mulai kehilangan asa
sesekali bibir ini bergetar pelan seolah ingin bersuara,
mungkin engkaulah sosok yang selama ini aku damba
untuk kesekian kalinya hati ini kembali meronta,
namun selalu saja tak berani datang untuk menjelma
menjadi sebentuk untaian kata bertahtakan cinta,
hingga tercipta sebuah romansa antara kita
kini biarlah aku merindu diantara sisi ruang hampa,
memeluk erat bayang semu tak berwujud rupa
entah sampai kapan rasa ini akan sanggup terjaga,
mungkin hingga engkau datang dan memelukku dengan mesra
tak seindah rasa yang kini merasuk penuhi jiwa
laksana ribuan mutiara berkilauan cahaya,
senyumnya menelisik jauh menembus ruang dalam dada
setiap hela nafas yang kau punya adalah pesona,
memikat sukmaku yang mulai kehilangan asa
sesekali bibir ini bergetar pelan seolah ingin bersuara,
mungkin engkaulah sosok yang selama ini aku damba
untuk kesekian kalinya hati ini kembali meronta,
namun selalu saja tak berani datang untuk menjelma
menjadi sebentuk untaian kata bertahtakan cinta,
hingga tercipta sebuah romansa antara kita
kini biarlah aku merindu diantara sisi ruang hampa,
memeluk erat bayang semu tak berwujud rupa
entah sampai kapan rasa ini akan sanggup terjaga,
mungkin hingga engkau datang dan memelukku dengan mesra
ada rindu yang kini harus kupasung, ada hasrat yang menjerit karena terkungkung, biarlah semua terkubur dalam malam berselimutkan senyap, agar tak ada lagi tanya atas sebuah cinta yang terus berharap, disini aku kembali bersandar dalam dekap tangan sunyi, hingga mentari datang dan melerai bulir-bulir bening yang mengalir membasahi pipi
Lagu Cinta
aku adalah lagu cinta, di mana kasihmu adalah melodi pengantarnya dan segenap ruang dalam hatimu adalah pendengar setianya, selalu ada di mana engkau berada, menggema hingga getarkan palung dalam jiwa
kerinduan yang ada hanya mampu ciptakan jutaan bayang dirimu yang mulai menghilang, namun tiada sanggup lagi mencairkan kebekuan hati yang pernah kau hangatkan, hanya cinta dan kasihku yang terus mengalir dalam detik waktu yang terus berjalan, sekalipun engkau tak lagi menyambutnya dengan
senyum keindahan
senyum keindahan
July 8, 2011
Arjuna Sejati
setitik bayangan tampak melintas di angkasa,
diantara awan yang tengah merapatkan barisannya
menutup senja yang tak lagi merona,
tertinggal oleh putaran langkah kaki sang surya
lihatlah sang arjuna telah kembali,
dari balik kaki cakrawala ia mulai tampakkan diri
gerak langkahnya tertata begitu rapi,
mengalun pelan ikuti irama dalam hati
sesaat awan mulai menyibakkan sisi gelapnya,
seraya memberi ruang bagi sang pembawa panah asmara
jutaan pasang mata dibuat terpesona olehnya,
berdecak kagum menatap sosok yang penuh wibawa
berlatarkan rintik hujan dan senandung para bidadari,
sang arjuna mulai pentaskan satu aksi
menari indah diatas lengkung warna pelangi,
coba memikat sang pujaan hati
kaum hawa menyambutnya penuh suka cita,
seakan terlupa dari segala luka yang membalut jiwa
tangis derita berubah menjadi senyum bahagia,
larut dan terbuai dalam aura penuh romansa
sayup-sayup mulai terdengar bisikan suara hati,
diantara wanita yang kian terlenakan diri
mengalun syahdu getarkan nurani,
dambakan cinta seorang lelaki sejati
diantara awan yang tengah merapatkan barisannya
menutup senja yang tak lagi merona,
tertinggal oleh putaran langkah kaki sang surya
lihatlah sang arjuna telah kembali,
dari balik kaki cakrawala ia mulai tampakkan diri
gerak langkahnya tertata begitu rapi,
mengalun pelan ikuti irama dalam hati
sesaat awan mulai menyibakkan sisi gelapnya,
seraya memberi ruang bagi sang pembawa panah asmara
jutaan pasang mata dibuat terpesona olehnya,
berdecak kagum menatap sosok yang penuh wibawa
berlatarkan rintik hujan dan senandung para bidadari,
sang arjuna mulai pentaskan satu aksi
menari indah diatas lengkung warna pelangi,
coba memikat sang pujaan hati
kaum hawa menyambutnya penuh suka cita,
seakan terlupa dari segala luka yang membalut jiwa
tangis derita berubah menjadi senyum bahagia,
larut dan terbuai dalam aura penuh romansa
sayup-sayup mulai terdengar bisikan suara hati,
diantara wanita yang kian terlenakan diri
mengalun syahdu getarkan nurani,
dambakan cinta seorang lelaki sejati
Pemujamu
telah kupersembahkan seluruh asaku dalam altar suci yang kau suguhkan di hamparan kalbumu, memuja kasih sayang yang telah kau nyalakan dengan percikan api cintamu, tanpa pernah peduli bila akhirnya harus lenyap dan hanya menjadi segenggam abu
semusim sudah telah berlalu, menjadi cerita indah di saat kita masih bersatu, walau terkadang hati terasa pilu, namun ku tetap selalu merindu, cintamu yang dulu memberiku pengajaran, hingga ku tahu arti sebuah pengorbanan, maka takkan ku sia-siakan dan akan ku buktikan bagai cinta sang putri dan pangeran
Dalam Diamku
hanya sebatas suka,
tak berani untuk mencinta
cukup sekedar merindu,
tak bernyali untuk mengadu
rasa ini bukan sekedar rasa biasa,
yang sejenak singgah dan berlalu begitu saja
siang dan malam selalu datang mengusik pikiranku,
menyita segenap waktu dan perasaanku
awalnya memang kurasa sungguh menyiksa,
tapi kini akupun sudah mulai terbiasa
menahan gejolak yang kian liar menggebu,
meredam resah gelisah dalam relung hatiku
ada baiknya kucukupkan sampai disini saja,
kan kusemai rasa yang sempat kulabuhkan padanya
biarlah kusimpan dalam ketenangan ruang diamku,
menjadi teman diantara peraduan malam sunyiku
tak berani untuk mencinta
cukup sekedar merindu,
tak bernyali untuk mengadu
rasa ini bukan sekedar rasa biasa,
yang sejenak singgah dan berlalu begitu saja
siang dan malam selalu datang mengusik pikiranku,
menyita segenap waktu dan perasaanku
awalnya memang kurasa sungguh menyiksa,
tapi kini akupun sudah mulai terbiasa
menahan gejolak yang kian liar menggebu,
meredam resah gelisah dalam relung hatiku
ada baiknya kucukupkan sampai disini saja,
kan kusemai rasa yang sempat kulabuhkan padanya
biarlah kusimpan dalam ketenangan ruang diamku,
menjadi teman diantara peraduan malam sunyiku
Bidadari Yang Hilang
saat kau tak hadir menyapa,
ruang diamku kembali berselimutkan hampa
tiada lagi senyum yang mampu menggugah rasa,
hanya berteman asa yang kian lirih untuk bersuara
siang dan malam hadirmu selalu kunanti,
memecah sunyi yang kian menjalar relung hati
kurindu canda tawamu yang riangkan diri,
pelepas penat tuk menyongsong putaran hari
wahai gadis pembawa inspirasi jiwa,
lihatlah aku yang kini terkulai tak berdaya
menahan perih diantara sayapku yang masih terluka,
tak mampu lagi terbang membelah udara
sungguh kuingin kau temani aku malam ini,
membalut luka yang kian lemahkan diri
bersenandunglah dengan kidung merdu surgawi,
bawaku terlelap menggapai semua mimpi
ruang diamku kembali berselimutkan hampa
tiada lagi senyum yang mampu menggugah rasa,
hanya berteman asa yang kian lirih untuk bersuara
siang dan malam hadirmu selalu kunanti,
memecah sunyi yang kian menjalar relung hati
kurindu canda tawamu yang riangkan diri,
pelepas penat tuk menyongsong putaran hari
wahai gadis pembawa inspirasi jiwa,
lihatlah aku yang kini terkulai tak berdaya
menahan perih diantara sayapku yang masih terluka,
tak mampu lagi terbang membelah udara
sungguh kuingin kau temani aku malam ini,
membalut luka yang kian lemahkan diri
bersenandunglah dengan kidung merdu surgawi,
bawaku terlelap menggapai semua mimpi
Air Mata Terakhir
kusadari sepenuh hati, jutaan kata yang tercipta tak akan pernah sanggup membuatnya datang untuk kembali, sekalipun tetesan air mata yang mengalir telah kujadikan sebagai tinta dalam syair kehidupanku untuk yang terakhir kali
Pantai Dan Buih
seperti bibir pantai yang senantiasa menunggu datangnya buih, jiwaku seakan tiada hentinya senandungkan lagu rindu untuk sang bayu, membujuk sayap-sayap mungilnya agar tak pernah letih membelai samudera hatimu, hingga engkaupun akan selalu ciptakan buih dalam alunan ombakmu
Arti Hadirmu
ketika kamu ada, langitku seketika berwarna, seperti semburat warna senja, kurasakan hangat melingkupi semesta, namun ketika kamu pergi, bumi terasa tak lagi berotasi, detik waktupun seakan ikut terhenti, mengurung diriku diantara ruang sepi dan sunyi
Romansa Cinta
Indah kata yang terbingkai oleh rasa,
menghantarkan kita pada satu asa
menggapai cita dengan semangat membara,
tepiskan ragu yang erat membelenggu jiwa
getaran dalam dada adalah resonansi sukma,
mewujud nyata lewat alunan tak berirama
berpacu bersama nafas beraromakan cinta,
hembuskan lantunan bait kidung asmara
inilah satu kisah romansa anak manusia,
terpadunya dua hati yang tengah bergelora
coba menyulam kepingan hati yang telah terluka,
di antara isak tangis dan derai air mata
berdua merenda kasih satukan hasrat jiwa,
melebur dalam sebuah jalinan kisah bahagia
berpadu merengkuh impian surga dunia,
tak akan lekang terkikis oleh putaran masa
menghantarkan kita pada satu asa
menggapai cita dengan semangat membara,
tepiskan ragu yang erat membelenggu jiwa
getaran dalam dada adalah resonansi sukma,
mewujud nyata lewat alunan tak berirama
berpacu bersama nafas beraromakan cinta,
hembuskan lantunan bait kidung asmara
inilah satu kisah romansa anak manusia,
terpadunya dua hati yang tengah bergelora
coba menyulam kepingan hati yang telah terluka,
di antara isak tangis dan derai air mata
berdua merenda kasih satukan hasrat jiwa,
melebur dalam sebuah jalinan kisah bahagia
berpadu merengkuh impian surga dunia,
tak akan lekang terkikis oleh putaran masa
Kedamaian Malam
entah dimana lagi harus kusembunyikan asa yang telah terajam, bila malam tak lagi datang untuk memberikan warna kelam, menyelimutinya dengan kesejukan yang mendamaikan, mengusir segala risau hati yang tak lagi bisa untuk kutahan
Terhantam Rindu
deburan rasa yang mengalun di dermaga hati kurasa kian hebat brgelora, menghantam bilik rinduku yang telah terpatri di hamparan asa, hingga membawa jiwaku pada sebuah romansa cinta antara kita berdua
biarlah kusimpan rinduku dalam barisan awan yang mulai menghitam, kupastikan suatu saat akan berubah menjadi tetesan hujan, mengguyur seluruh tubuh mungilmu hingga engkaupun menggigil kedinginan dan sesekali berkata “segeralah hentikan badai rindumu ini sayang, karena aku tak mampu lagi menerima rindumu yang
berkepanjangan”
berkepanjangan”
July 5, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)