February 19, 2012

Jika

jika seribu andai dapat kugapai, dan sejuta impian dapat menjadi kenyataan, tak akan pernah letih aku menaruh harap padamu, agar engkau selalu ada di setiap langkah hidupku
sepertiga malam telah kulalui bersama alunan senandung nada rindu, membawa anganku melayang menembus ruang dan waktu, semilir sang bayu perlahan mulai mengusik ruang diamku, membawa bayang wajahmu menyusup dalam benak hatiku

February 10, 2012

Lagu Cinta II

tak ada lagu seindah nyanyian jiwa yang tengah melagukan kidung cinta, semua rasa tercurah lewat alunan irama, yang mengalir bersama untaian bait pemikat sukma

February 7, 2012

kembali kucoba merangkum bahasa hatimu, namun hanya ungkapan kecewa dan sesalan yang selalu kudapati, sesakit itukah rasamu saat engkau mencintaiku? atau sehitam itukah warna cinta yang kau laburkan disekujur tubuhmu? sehingga tak kutemukan sedikitpun keindahan yang menghiasi jalinan cinta kita saat itu, jadi salahkah aku bila kini ku meninggalkanmu sendiri? telisiklah lebih dalam lagi, dan kau pasti tentunya akan mengerti

February 5, 2012

Puisi Sunyi

aku telah belajar pada keheningan malam dan suara rintik air hujan, bagaimana keduanya mampu berkolaborasi untuk menciptakan melody terindah bagi jiwa-jiwa kesepian, darinya akupun kini mengerti bagaimana sebuah inspirasi terekstraksi dalam wujud sebuah puisi ketika hati di landa sunyi, meresonansikan getaran-getaran rasa yang mengalir dalam dada, hingga membuatku hanyut dan akhirnya tenggelam oleh luahan makna

Fakta Lelaki

karena di balik air mata seorang laki-laki selalu ada wanita yang mengikuti tiap tetes bening yang jatuh bergulir membasahi kedua pipinya
meretas malam dalam pekatnya langit tanpa sinar sang rembulan, jauh di kesunyian aku masih mencari hilang yang belum tergantikan, atau haruskah kini kuhentikan langkah kakiku lalu duduk dan memaki keadaan? sembari menyandarkan ragaku yang mulai layu karena kelelahan
terkadang kata-kata yang tercipta lebih indah dari taman bunga mananpun di dunia bila hati sedang terselimuti oleh cinta, namun ada kalanya kata-kata yang tercipta lebih tajam dari pedang para ksatria bila emosi telah menguasai jiwa

January 6, 2012

percikan rasa yang telah engkau titipkan dalam bilik hatiku kini kurasa kian deras mengalir ke setiap penjuru urat nadiku, membuat jiwaku tak pernah letih menampung jutaan rasa rindu hingga sang waktu membawa segenap asa yang tiada meregu
temukan aku dalam kehangatan cinta kasih yang telah kusematkan dalam benak hatimu saat pelukku tak mampu lagi hangatkan jiwamu yang mulai membeku, dan sambutlah aku dalam keteduhan istana rindu yang telah aku bangun dalam kalbumu ketika malam menjelma menjadi penjara dalam kebisuan ruang dengarmu
rindu itu laksana sebuah benalu yang tercipta dari pautan jarak dan waktu, menjalar di antara dinding ruang dalam hati yang akan semakin meluas bila sepi kerap menghampiri
telah aku lepaskan sisa rinduku ini ke udara, bergabung dengan kumpulan camar yang tengah menari di angkasa, berharap kepakan sayap-sayap mungilnya menyambut penuh suka cita, dan segera menghantarkannya ke dalam pelukanmu sebelum gelap tiba

Dalam Pintaku

disini aku selalu setia menunggu jawaban dari-Mu, dalam pintaku yang tak henti-hentinya terus berseru, Tuhan jadikanlah ia sebagai pelengkap hidupku, menyambung tulang rusukku yang terpisahkan oleh jarak dan waktu, hingga sempurnalah kisah yang telah kujalani dalam bentangan waktu yang tiada meragu
bagaimana mungkin aku mampu membunuh sepi, sementara hening malam dengan selubung sunyi di dalamnya adalah satu-satunya tempat bagi rinduku untuk menghidupi diri
segala sepi kini hadir setelah engkau beranjak dari peraduan malam sunyiku, harus kurelakan separuh nafas kehidupanku mengikuti kemana arah mata hatimu singgah dan berlalu

December 3, 2011

menghirup rindu di sepanjang pesisir samudera jiwa, menikmati aroma cinta yang masih berhembus dengan mesra, gelombang angan tak henti-hentinya berusaha memecah kebisuan, seraya mengajakku hanyut dalam riaknya yang mulai surut karena kelelahan
aku tak butuh isyarat untuk mencintaimu, seiring dengan berjalannya waktu, rasa ini begitu saja telah melekat di hatiku, tak tahu darimana asal mulanya, ia datang sendiri tanpa pernah aku minta, hingga sampai detik ini rasa itu masih tetap utuh terjaga, tak pernah pudar terikis oleh dera yang kian melara, mengendap di antara sudut terdalam palung dalam jiwa
serupa menggenggam pecahan karang dengan tiap sisi sudutnya yang begitu tajam, seperti itulah rasa rindu yang tengah mengharu biru, terasa begitu perih menyayat kalbu

December 1, 2011

ketika anganku telah menemukan ruang untuk melukiskan isyarat hati, aku pun harus merayu segenggam waktu agar tak lekas beranjak pergi, mengabadikan jeda bagi gugusan imaji menorehkan rasa, hingga selubung sunyi menjelma menjadi larik-larik kata

November 30, 2011

Sketsa Cinta

duhai peri cahaya jingga, betapa liar pena hatimu menggoreskan kata, kau buat hati ini sungguh terpana, ketika luahan imajimu merasuk getarkan jiwa, kau tebarkan pesona layaknya kilau mutiara, dalam setiap rangkaian aksaramu yang bernyawa, kini anganku pun mulai tergugah dan kembali menuangkan rasa, untuk melukis tiap jengkal keindahanmu dalam sebuah sketsa, c i n t a...

tak akan lelah imajiku menggembalakan bulir-bulir rindu, di antara detik waktu yang kian enggan untuk berlalu, melewati pergantian musim yang terus menggerus dinding asaku, sampai ia mampu menemukan tempat paling nyaman untuk mengadu, hatimu...

November 28, 2011

selayaknya pujangga, bagiku engkau adalah perupa kata, pemoles handal keping-keping aksara, kau rekatkan rasa dengan imajimu yang penuh warna, hingga tercipta hamparan makna tiada tara

November 18, 2011

Ruang Cinta

cinta telah membawaku dalam sebuah ruang tanpa nama, dimana nada kasih selalu melantunkan kidung-kidung mesra, setiap desah nafas adalah irama pemberi warna, mengalir lembut dan terus menciptakan gema tanpa jeda

Senandung Malam

hening yang bening dalam siraman cahaya rembulan dan kilauan mutiara langit malam semakin menambah syahdu petikan dawai hati yang kulantunkan, lirih mengalir terbawa alunan sayap-sayap lembut sang bayu yang sesekali membiaskan kenangan tentang dirimu hingga aku terlelap dalam peraduan
aku masih setia disini, menanti senyumnya datang kembali, masih terdiam dalam sepi, mendekap hampa yang kian benamkan diri

November 5, 2011

cinta itu seperti siluet warna jingga ketika mentari mulai melukis langit senja, hadir membawa nuansa yang mampu hangatkan jiwa tanpa pernah takut dengan gelap yang selalu mengikutinya

Ada Apa Dengan Cinta ?

hai cinta, kenapa kau masih saja berdiam di sana?

telah lama kulihat engkau duduk menyendiri di beranda hatiku

aku tak tega bila melihatmu terus-terusan seperti itu cinta

menahan hawa dingin dengan gigilmu yang mulai membeku

kenapa tak kau coba saja mengetuk pintu hatiku ini cinta?

aku pasti akan menyambutmu tanpa ada rasa ragu

membawamu masuk ke dalam ruang yang paling aku jaga

lalu akan kusiapkan sebuah bilik hangat sebagai tempat istirahatmu
melarung rindu pada tepian samudera hati, di iringi senandung merdu yang terus mengalun tanpa henti, berharap gelombang pasang segera membawanya ke seberang sana, pada sebuah dermaga tempat dimana aku akan menyandarkan segala asa
rindu itu adalah sebuah titik temu antara bayangmu yang berkelana dalam pikiranku dengan sebentuk hasrat yang telah jemu menunggu di relung hatiku
meresapi keheningan malam, bersama wajah langit yang kini muram, tanpa rembulan dengan senyumnya yang menawan, ataupun bintang yang silih berganti berkerlipan, lambat roda sang waktu berjalan mengiringi detak nadiku, seakan tahu bahwa dalam setiap putarannya selalu kuselipkan rindu untukmu

October 29, 2011

Lagu Sepi

aku adalah lagu kesunyian dimana bayangmu adalah iramanya dan malam-malam sepiku sebagai melodi pengiringnya

Mahadaya Cinta

mahadaya cinta dengan segala kekuatannya, mampu membuat seseorang tersenyum kala terluka karena mereka sadar bahwa Tuhan tak menjadikan dia untuknya, mampu membuat seseorang menangis kala bahagia karena mereka takut kebahagiaan cintanya akan sirna begitu saja, mampu membuat seseorang bersedih kala bersama karena mereka takut akan kehilangan kekasihnya suatu saat nanti, serta mampu membuat seseorang tertawa kala berpisah karena sekali lagi cinta memang tak harus memiliki dan Tuhan pasti akan menyediakan cinta yang lain untuknya
kidung peluluh jiwa, terangkum indah lewat syair para pujangga, iramanya mengalun begitu syahdu, hingga menembus batas ruang dan waktu, berjuta rasa terhampar dalam rangkaian kata penuh makna, mengalir di antara gelak tawa dan derai air mata, tentang getar cinta yang tengah menderu mengusik kalbu, meredam hasrat merindu pada setiap jeda detik yang berlalu
aku pergi meninggalkan misteri yang masih belum tergali dari tempatku berdiam diri, di antara gundukan bukit batu yang sempat menaungi raga letihku, dan kini kuharus kembali berjalan dengan wajah tertunduk ke bumi, merajut asa bersama pendar cahaya yang masih tersisa dalam hatiku

October 21, 2011

aku ada di antara batas nyata dan fatamorgana, terkurung dalam labirin waktu yang membatasi laju imajinasiku, tak ada lagi untaian kata yang mampu untuk kucipta, tentang segala rasa rindu yang telah bersarang di dalam benakku
jika saja bentang jarak yang memisahkan antara aku dan kamu dapat ku lipat, maka aku akan melakukannya berkali-kali agar tercipta sebuah lipatan paling kecil hingga jarak antara kita pun semakin dekat, lalu kita berdua bisa dengan leluasa berpeluk erat tanpa harus menahan rasa rindu yang kian memberat
aku telah belajar pada keheningan malam, bagaimana engkau pernah menjadi suara untuk meramaikan kebisuan hatiku, akupun telah belajar pada bintang dan rembulan, bagaimana engkau pernah menjadi cahaya penerang gulita jiwaku

October 14, 2011

akan ku tiupkan senyawa cintaku ke penjuru semesta, bersama butiran asa yang kudulang dari dasar jiwa, berharap engkau nanti yang akan menghirupnya, dan menjadikannya aliran nafas yang akan selalu kau hela

Engkaulah Surgaku

tercium aroma kerinduan yang begitu dalam ketika desah nafasmu mengalir menyentuh ruang jiwaku, memberi sejuta nuansa akan keindahan warna cinta yang kau balurkan lewat kasih dan sayangmu, hadirmu laksana hawa surga yang menyelimuti setiap sendi kehidupanku
untuk purnama yang kesekian kali, kembali kulantunkan sebuah kidung pengusir sepi, syairnya mengalun lirih di antara gemerlap cahaya malam, mengusung sisa-sisa rinduku yang telah lama karam

Adakah Aku Di Hatimu

masihkah aku ada di hatimu? atau mungkin kini telah kau buatkan pemakaman tanpa nisan? rinduku yang berapi-api membara sekarang sudah padam, terguyur air mata, kini kuhitung hari-hari yang berlalu tanpamu, hitunganku kacau, kadang aku berlebihan, hati meluap-luap menjebol tanggul kemunafikan, tertumpah dalam kata-kata

C I N T A

aku ada untuk kamu dalam imaji dan bayang nyata, datang membawa singgasana dari kerajaan jiwa, hadirku memang tak mampu menyuguhkan suatu keindahan yang berharga, hanya sebatas uraian rasa yang terangkum lewat syair sederhana

Rasa Cinta

cinta adalah sebuah wujud keabadian rasa, selalu ada dan bersemayam dalam dada, tinggal menunggu momentum yang tepat untuk membangkitkannya, lalu akan terciptalah sebuah dunia dengan segala keindahannya
selamat malam rindu, apa sebenarnya salahku padamu? hingga tak pernah bosan engkau mengusik kedamaian dalam hatiku, maukah untuk malam ini saja engkau berdamai denganku? biar tak lagi ada pertikaian yang mengharu biru

October 13, 2011

mengapa selalu ada keluh di atas segala kesahmu, meluap-luap dalam setiap syair jiwamu, hanya sesalan yang tampak kau gali, tertuang dalam barisan aksara tanpa tepi, teruslah kau merajuk dan memalingkan rasa, biar disini aku yang akan kembali mengais luka
aku sendiri tak pernah bisa memberikan satu alasan, kenapa aku harus menciptakan syair tentang keindahan, tentang bunga-bunga yang bermekaran di taman, ataupun senandung merdu dua hati yang saling bersahutan, sementara aku lebih nyaman menyendiri di kesunyian, bercengkerama dengan sepi yang memberi kedamaian, jauh dari keramaian yang kerap kali menyita hati dan perasaan
lihatlah sayang, dengan lengkung senyumnya yang begitu menawan, sabit malam ini terlihat begitu rupawan, bintang-bintang angkasa seolah terbius oleh pesona cahayanya yang berwarna keperakan, hingga tak sedetikpun mereka mau untuk mengalihkan pandangan, bersamanya ku ingin meleburkan segala rasa yang tertahan, menghabiskan waktu sampai tetes embun pagi mengecup pucuk dedauan
seperti tirakat langit kepada bumi, ketika musim hujan telah beranjak pergi, berganti dengan kemarau yang panjang, semakin menambah luas hamparan padang gersang, terlalu besar memang rasa rindu yang harus mereka tahan, karena hanya lewat hujan saja keduanya bisa saling bersentuhan

Rindu Yang Tertahan

laksana anak panah dengan mata panahnya yang begitu tajam, rinduku telah terasah lewat bilangan malam sepiku tanpa hadirmu, ia siap melesat menembus jantung hati yang telah kedinginan dan membeku, namun sayangnya busur rinduku terlanjur hilang ditelan gelapnya malam

Nada Rindu

selamat datang rindu, apa kabarmu hari ini? masihkah sama seperti hari-hari kemarin? membawakan senandung lagu bernada sendu, ataukah mungkin kini telah kau ganti? dengan lagu baru berirama gembira? coba bisikkan barang sebait saja ditelingaku, petikan nada yang akan kau dendangkan untukku

Rindu Untuk Kamu

ini masih tentang rindu yang selalu mengajakku berseteru melawan waktu, melintasi setiap sendi yang mulai membeku di antara ruang sepi yang telah lama kusiapkan untuk dirimu, hatiku…
rindu itu adalah kamu yang tak pernah bosan menyambangi ruang kosong dalam pikiranku dan sesekali menggelitik bola mataku sampai tercipta pelangi yang menutupi seluruh pandanganku

Salam Untuk Cinta

selamat pagi cinta, lelap tidurku semalam berselimutkan rindu, peluk kasihmu hangat membuai raga, membawa damai dalam peraduan malam sepiku, salam sayang bersematkan cinta, kutiupkan lewat nafas rindu yang kian menggebu

Rasa Rindu

wahai kekasihku, apa kau tahu tentang hatiku? kini warnanya tak lagi merah, seluruh dinding dan ruangnya telah berubah tersaput oleh warna biru yang melebam, menahan jutaan rasa rindu yang kian mendalam

Tentangmu

selalu ku sisakan sebidang ruang dalam hatiku untuk dirimu, namun sepertinya engkau tak jenak berdiam diri di sana, karena berulang kali ku dapati engkau bermain-main di kepala, dan sesekali waktu engkau ku temukan tengah menari bersama irama denyut jantungku
dengan seringai bulan sabit yang begitu tajam, akan kupetik sebuah bintang paling terang di antara hamparan langit malam, menjadikannya pelita bagi palung hatiku yang teramat kelam, agar engkau tak ragu lagi memasukinya hingga sudut paling dalam
tak ada kata yang mampu mewakilkan rasa yang kupunya, sungguh betapa sulit kuungkap setiap desir yang mengalir dalam sukma, kuhanya ingin menghadirkannya lewat
kalimat lugas dan sederhana, agar kau tahu bahwa darimu aku telah temukan sebuah cinta yang begitu berharga

September 20, 2011

Pedih

cinta seakan hilang disaat rindu menjadi benci, disaat kasih sayang telah berhenti, disaat kestiaan tiada arti, aku seakan tak mampu menahan emosi disaat luka hati tak mampu tuk aku atasi lagi, aku coba tuk berdiri dan aku langkahkan kaki untuk berlari, bukan maksudku untuk mengakhiri, tapi aku hanya ingin engkau menyadari, bahwa kelakuanmu sungguh menyakitkan hati

by: Halta Gunawan

Sajak Malam

lihatlah sang malam telah menjelma menjadi pujangga, lewat desau angin ia membawa serta irama dari ribuan jiwa yang tengah tersesat dalam ruang hampa, lalu merangkumnya menjadi satu kedalam sebuah sajak bernada sendu, dan melagukannya berulang kali hingga pagi datang membawa harapan baru

Berhenti Berharap

tak kuharap lagi datangnya sang bidadari, cukup dari sini saja wanginya akan kunikmati, mungkin disana ia telah temukan satu arti, merajut warna pelangi dalam buaian taman surgawi

September 13, 2011

aku bukanlah pelakon dari sebuah kisah, yang selalu bisa memainkan peran dengan mudah, kuhanya dapat memandangimu dari tepian, memahami setiap jenis peran yang akan kau mainkan, coba meraba-raba setiap jengkal isi dalam benak hatimu, mencari arti dari setiap cerminan bayang dirimu

September 12, 2011

berulang kali kudapati bayangmu datang meretas, menyisir lembaran memory dalam otakku yang tak kunjung lepas, satu demi satu kau mulai bangkitkan kembali kenangan kita, saat cinta tengah menciptakan kelopak kemegahannya di tiap sudut taman jiwa

Purnama Kali Ini

untuk purnama yang kesekian kali, aku masih saja enggan beranjak dari tempatku berdiam diri, menikmati putaran malam yang lambat berganti, kembali bercumbu dengan bayang-bayang sunyi

Saat Kau Rindu Aku Juga Rasa

kekasihku...

mengapa malam ini sinar matamu terlihat begitu sendu? sepertinya kedua bola matamu sedang menelisik jauh ke dalam ruang pikirmu,

lalu mengapa ruas bibir indahmu ku lihat hanya diam membeku?
seperti sedang menggali berjuta tanya di kedalaman relung hatimu,

apakah malam ini kau merasa begitu rindu?
pada deburan asa yang sempat aku labuhkan di dadamu?
juga pada percikan senyawa kasih yang sempat membasahi seluruh jiwamu?

coba kau katakan semuanya padaku,
tak perlu lagi kau
bersembunyi pada ragu, karena akupun merasa begitu

Cinta dan Nada

jika cinta adalah sebuah nada, maka aku ingin menjadi garputala, meresonansikan setiap denting yang tercipta, hingga getaran terakhir dengan frekuensi yang masih saja sama, setia…

September 9, 2011

Ruang Rindu

tahukah engkau kekasihku? bahwa telah kuciptakan sebuah ruangan, tempat di mana segala hasrat dan keinginanku tertahan, seluruh dindingnya berwarna biru, apabila kau sentuh rasanya sungguh dingin dan beku, ya,,, itu adalah sebuah ruang bagimu yang kuberi nama, RINDU

September 6, 2011

Pelukis Hati

hasratku seketika mulai menari ikuti lentik jemarimu yang kembali melukis warna pelangi dalam pelataran jiwaku, setiap tetes tinta yang kau saput adalah pesona keabadian rasa dengan segenap keindahan yang kau usung untuk menghias dinding hatiku

September 5, 2011

Tenggelam Dalam Bayangmu

sampai saat ini bayangmu masih saja setia berdansa di antara ruang diamku, menebar sejuta keanggunan yang kian mempesonaku, hingga membawaku tenggelam semakin dalam untuk menyelami lamunan sepiku

September 3, 2011

Senandung Pagi Hari

dan ketika udara pagi datang membawa senandungmu, menggembirakan hatiku dengan canda tawamu, seketika mengembanglah kuncup-kuncup layu di taman
kalbuku, namun kini akupun mulai sadar bahwasanya ruang kosong ini masih mengikat erat segenap waktu serta perasaanku dan tak akan pernah terisi lagi oleh pesona keindahanmu

August 26, 2011

Istana Jiwaku

dan kini diriku telah kembali bertahta dalam istana hening dimana sunyi adalah mahkota terindahku dan kesenyapan menjadi singgasana kemegahanku, tak perlu seorang permaisuri yang senantiasa bersanding di sisiku ataupun dayang-dayang yang setiap saat hadir melayaniku, cukup diri ini seorang bersama sejuta impian yang setia mendampingi serta menjaga nafas hidupku

Menjemput Mimpi

seperti semilir angin di penghujung senja, ia begitu sejuk menyapa jiwa, datang menjemput sisa-sisa serpihan asa, yang kembali tertinggal oleh langkah kaki sang surya, lihatlah dia masih mampu tersenyum gembira, dengan balutan rona jingga yang menyaput kedua belah pipinya, secercah harap kini kembali tersampir di antara bahu dan kepala, sebagai bekal untuk mengarungi lautan mimpinya

Hatiku Beku

wahai bidadari, bolehkah sekali lagi aku pinjam selendang pelangimu? siang ini aku ingin kembali memanjat langit, akan ku dekap erat tubuh sang mentari, membiarkan baranya hingga menembus ruang dalam dada, biar cair segenap beku yang melingkupi seluruh dinding hati

August 22, 2011

Aku Dan Kamu

siapa aku siapa kamu tak ada seorang pun yang tahu, aku begini karena telah mengikuti jejak langkah kakimu, jangan mengeluh bila cerminan dirimu kau dapati dari diriku, sekarang kau pun dapat merasakan segala resah yang pernah menyelimuti jiwaku

Arjuna Terluka

baiknya kedua belah sayap ini kubiarkan saja terus mengatup, menutup erat sekujur tubuhku yang penuh luka, sehingga tak akan ada seorangpun yang sanggup, untuk menggoreskan kembali garis kepedihan di dalamnya

August 21, 2011

Rasa Cintaku

aku mencintaimu sebanyak udara yang pernah ku hirup, aku menyayangimu sebanyak nadi ini pernah berdenyut, dan aku slalu merindukanmu hingga seluruh samudera berhenti menjalankan ritual pasang surut

seperti itulah aku mencintaimu, seperti itu juga aku akan menyayangimu, dan seperti itu pulalah makna rinduku padamu

August 20, 2011

Peri Cahaya

duhai peri cahaya,

mengapa engkau masih saja berada di sini? masih asyik bermain-main dalam ruang imaji,

bukankah seharusnya sore ini engkau harus kembali ke angkasa? melukis langit dengan pendar cahaya jingga

segeralah kau gulung tabir yang menyelimuti imajiku, karena dunia sedang menantikan pesona cahaya indahmu

Fallen Angel

pertama kali engkau datang menyapaku dalam diam,
aku tengah terdampar di ujung pelataran malam
terjebak dalam pekatnya ruang sunyi teramat suram,
hanya berteman lamunan sepi dan bayang-bayang kelam

lembut lakumu begitu indah membuai anganku,
meruntuhkan sekat hitam pembungkus imajinasiku
manis tuturmu mengalun syahdu di telingaku,
melunturkan setiap kepingan hati yang terlabur pilu

namun sayang seribu sayang,
bidadariku kini kehilangan sayap yang hanya sepasang
terhempas oleh badai yang begitu kencang,
hingga membuatnya sungguh merasa terguncang

kau yang pernah menjadi inspirasi dalam jiwa,
takkan sanggup kumelihatmu terluka
menahan tangis di antara perih yang kian menyayat jiwa,
terhanyut dalam duka berlinangkan air mata

tabahlah engkau wahai bidadari,
jiwaku membujukmu tanpa henti
biarlah ia berlalu dengan segala kelukaan ini,
tak usah kau bersembunyi dan benamkan diri

August 19, 2011

Bayang Dirimu

di saat hening malam mulai menyapa dan ketika aku hendak memejamkan mata, selalu ku panjatkan do’a agar dapat melupakan segala hal tentang dirimu, namun selalu saja aku tak pernah bisa, sepertinya anganku ini telah penuh oleh kamu, dan yang ada bayang dirimu ku lihat semakin manja bersandar dalam peraduan malamku, sekalipun berkali-kali telah ku coba menepikan bayang dirimu di antara kabut malam yang mulai membeku

Juwita Hati

duhai juwita hati, pemilik paras seanggun rupa melati,pesonamu telah memikat seluruh ruang dalam hatiku, begitu banyak waktu kuhabiskan untuk sekedar melukiskan tiap jengkal keindahan yang ada padamu, engkau laksana sang bidadari penjaga senyuman si bianglala, membuat jiwaku melayang hingga menyentuh taman surga

Mawar Jingga Yang Layu

telah aku petik setangkai mawar berwarna merah jingga, dari sebuah taman asuhan dewa dan dewi asmara, anggun parasnya sejukkan pandangan mata, membawa damai di seluruh penjuru jiwa, semerbak harumnya merasuk hingga memenuhi ruang dalam dada, menciptakan nuansa keindahan tiada tara, namun sayang kini mawar itu tengah di rundung duka lara, hingga layulah seluruh kelopak keindahannya, rasanya hanya tinggal menunggu hitungan waktu saja, dan lepaslah segala pesona yang melekat dalam dirinya

August 18, 2011

Ketika Aku Terdiam

entah kenapa terkadang aku lebih memilih diam dalam penantian, mengamati segala apa yang terjadi dari tepian, tentang berbagai risalah yang terus bertebaran, ataupun riuh-gemuruh dari suatu pertikaian, namun sekali lagi akupun tak ingin ikutan, walau terkadang aku telah temukan sebuah jawaban

August 16, 2011

Purnama Merindu

lihatlah cinta

sebentar lagi wajah sang purnama akan segera kembali sempurna, membentuk pendar lingkaran utuh terangi angkasa,

bintang-bintang malampun menyambutnya penuh suka cita, mereka saling berlomba membuat gugusan dengan kerlip cahayanya

ingin sekali rasanya, kulewati malam itu hanya denganmu saja

berdua kita melepas rindu yang tertahan di dalam dada, membasuh jiwa kita dengan siraman cahaya cinta

Entah

harus berapa kali purnama lagi aku sanggup bertahan, menahan rasa yang jauh terlelap dalam keheningan, ingin rasanya ku sudahi semua di akhir persimpangan jalan, meninggalkan setiap kenangan dalam kisahku yang kini terabaikan, dan selanjutnya akupun akan menghilang di keentahan

Misteri Hati

telah lama aku terdiam di persimpangan jalan ini sayang, menanti dirimu yang tak juga kunjung datang, kini kunikmati setiap detik waktuku untuk bercengkerama dengan sepi, tetap bertahan dengan sebuah misteri yang bersemayam dalam hati

Rindu Yang Kembali Mengusik

senandung nada rindu sayup-sayup mulai terdengar memecah keheningan pagi, mengalun syahdu diantara tetes embun yang saling berbisik, aku yang tengah larut dalam kenikmatan ruang imaji, mau tak mau harus menahan rasa yang kembali datang mengusik

Senyuman Yang Hilang

rasanya langit malam ini begitu indah untuk ku lewatkan, purnama dengan bulat cahayanya yang keperakan, juga ribuan bintang yang silih berganti berkerlipan, namun sepertinya ada sesuatu yang kurang, senyum manisnya yang dahulu selalu membayang, kini hilang dan tak mungkin lagi kembali datang

August 15, 2011

Senjaku Hening

hari ini kulihat senjaku tak memerah lagi, tertutup oleh pekatnya barisan awan hitam yang tengah menari, ruang diamkupun kurasa kian hening dan sunyi, yang terdengar hanyalah rintik hujan yang rindukan warna pelangi

Mencintaimu Dengan Kejam

aku ingin mencintaimu dengan kejam, selayaknya iblis dari neraka jahanam, akan selalu menyiksamu dari pagi hingga malam, tak akan berhenti sampai seluruh dinding hatimu menjadi lebam

August 14, 2011

Rindu

kekasihku, malam ini jangan kau tutup erat tirai yang menutupi bilik hatimu, berikan aku sedikit celah untuk kembali mengintip nuranimu, aku ingin menjenguk hatimu yang tengah berseteru dengan waktu, dan akan kubisikkan segala rasa rinduku yang tak sempat kusampaikan padamu, agar reda segala resah yang kini tengah bergaung sengit di kedalaman hatimu

August 12, 2011

Mantera Pemanggil Hujan

wahai barisan awan di langit malam, segeralah kau menghitam, menjelmalah menjadi bulir-bulir air yang berjatuhan, sampaikan rinduku padanya lewat rintik hujan, basahi jiwanya yang kini tengah kehausan, aku tak perlu deras, cukup lewat gerimis, karena lebih membekas

August 11, 2011

Sebatas Mimpi

selalu ada namamu dalam setiap serpihan kata yang tercecer dalam benak hatiku, tak pernah habis sekalipun berulang kali telah kuambil untuk melengkapi sajak rinduku padamu, bagiku engkau adalah keabadaian rasa yang pernah kumiliki, walaupun dirimu kini hanya dapat kujumpai lewat mimpi

August 8, 2011

Kekasih Sejati

dan kini kecintaanku pada sepi semakin menjadi-jadi, bukan hanya pada gelap malam saja aku mencumbui dirinya, di antara riuh gemuruh kesibukan dunia masih kuluangkan waktu untuk sekedar bermanja di pelukannya, selalu ada rasa enggan yang memaksaku untuk tak memikirkannya, bagiku ia adalah kekasih yang paling setia, selalu memberikan rasa tenang dan kedamaian dalam jiwa

Tenggelam Dalam Diam

siapa aku dalam pandangan matamu, cuma kamu seorang yang tahu, rasanya aku bagai tiada, hanya sebuah puisi rahasia, sementara hatimu adalah rumah ternyaman untukku berdiam, selalu memberi kehangatan di setiap malam, mungkin semua ini bagaikan mimpi di siang hari, yang telah membawaku terbang dalam dunia ilusi, dan kini waktuku hanya kuhabiskan untuk menimang anak kesepian darimu, di antara ruang diam terdiamku

August 6, 2011

Dalam Pintaku

Tuhan, seandainya engkau mengijinkan, biarkan aku sedikit saja merasakan kebahagiaan, tersenyum manis di atas singgasana kemenangan, lewati segala ujian yang telah engkau berikan, ku tahu diri ini hanyalah setitik debu di mata- Mu, yang dengan mudah akan terhempas oleh hembusan nafas-Mu, aku hanya ingin sedikit menegakkan langkah kakiku, tuk lewati jalan hidup yang telah Engkau tulis untukku

Menanti Awan

siang ini pijar sang mentari kulihat menyala berapi-api, membakar habis segala rindu yang pernah kuselipkan pada barisan awan, disini aku cukup terdiam menatap hamparan langit yang menyilaukan, menanti datangnya kumpulan awan yang akan membawa rinduku kembali

August 4, 2011

Kenangan

cintaku kepadamu tak akan punah, sekalipun dirimu kini telah jauh melangkah, kutetap menjaga rasa yang pernah singgah, dan tak pernah sedikitpun berubah, akan kubawa bayang dirimu tuk temaniku dalam setiap langkah, hingga hening malam membawaku dalam mimpi-mimpi indah
haruskah kembali aku dendangkan, sebuah lagu tentang romansa percintaan, mengalun indah getarkan jiwa, bersama aliran rasa yang kian membara, namun aku takut bila nadanya tak lagi merdu, hingga tak mampu ciptakan alunan syahdu, terkadang akupun takut bila harus putus di tengah lagu, karena dawai hatiku telah lama ku biarkan kedinginan membeku

Lembar Memory

pernah memilikimu adalah hal terindah yang kurasakan, setiap detik yang berlalu hanya dirimu yang merajai segenap alam pikiran, engkau adalah sosok yang pernah getarkan langit-langit hatiku, pemberi detak kehidupan dalam bekunya ruang jiwaku, kau bawa senyawa yang ku sebut itu cinta, meresap masuk hingga sudut terdalam palung dalam jiwa, namun kini kuharus relakan melihatmu pergi, mengusung lembaran cerita yang masih membekas hingga kini

August 3, 2011

Hanya Untukmu Pujaan

rasanya ingin kubelah saja langit malam ini dengan tajamnya seringai sabit yang begitu menyilaukan, lalu akan kurangkai sebuah hiasan terindah dari manik-manik langit yang berjatuhan, dan akan kupersembahkan untukmu seorang wahai gadis pujaan